Welcome to my little world

Senin, 23 April 2018

Pernah Bertahan

Yogyakarta, 23 April 2018

Kita ini seperti sepasang tanpa pernah benar-benar 'bersama'

Jika sudah ngobrol itu sudah sangat-sangat menyenangkan. Aku menceritakan semuanya dan kamu selalu di sana untuk mendengarkan kapan saja dan seberapapun lamanya. Kemudian kamu akan memberiku saran yang lebih sering aku bantah. Menurutku melihatmu dan mendengarmu memberi saran itu seperti menonton film epic yang mampu membuat kita terpukau dan rela menontonnya berkali-kali.

Dan aku akan berkata, "Iya iya, terus kudu gimana lagi?" atau "tapikan......." agar dapat terus mendengarkanmu.

Kalau kamu sudah lelah memberiku saran dan aku hanya kebanyakan berucap 'tapi' kemudian aku akan terbahak. Don't you know that its funny how you can always make me laugh (or should I say happy) Nobody can make me laugh like you did. Rasanya lebih hangat di dalam sana, di dada. Karena kamu selalu memasang wajah lucumu itu. Aku gemas.

Itu menyenangkan. Ketika kita melakukan hal sederhana tapi kita bahagia, tidak perlu muluk-muluk. Tidak perlu ke tempat mewah atau ke kapal pesiar seperti di film-film. Tidak harus ke menara Eiffel atau ke patung Liberty. Cukup di sini saja. Kamu ada di hadapanku saja. Ngobrol berdua dengan segala kebodohan cerita di dalamnya. Tertawa bersama, melakukan hal bodoh bersama. Karena bahagiaku memang selalu sesederhana itu.

Denganmu, aku tidak harus berpura-pura. Tidak perlu terlihat anggun, girly, atau dewasa. Cukup menjadi aku. Katamu, aku sudah menyenangkan. Tidak harus menjadi gadis-gadis yang ada di majalah atau di dongeng sebelum tidur. Selama itu adalah hal terbaik dan diriku sendiri, berarti itulah aku yang sebenarnya. Kalimat yang tidak pernah aku lupakan dan tanpa kamu tau, dari sana kau mulai mencari tau siapa aku sebenarnya. Di situlah aku mulai jatuh padamu.

Dan tiba-tiba, jatuh cinta itu tidak lagi sebuah sesuatu yang aku katakan 'alay.' Something that I used to believe in. Its real. I fall in love when you smile. I fall in love you drink your coffee. I fall in love when you just sit there and write a note, I don't even know what is that. I fall in love when you hear the music ang you close your eyes and your lips mumbing making some voice of a song. I fall in love with whatever you do.

I fall in love with you. I just know that 'falling in love' is real. Not a myth, not a tale.

Sampai akhirnya, kalau ada yang bertanya , bahagia itu apa? Aku hanya ingin menjawab satu kata "Kamu. " Ya, satu kata itu saja sudah menggambarkan segalanya.Tapi sayangnya tidak ada yang pernah menanyakan itu padaku, dan kalaupun ada aku khawatir tidak akan berani menjawab seperti itu. Jadi, untuk saat itu aku aman.

Tentang cinta yang diam-diam itu, mereka bilang "beritau dia. nanti telat nyesel kamu." Ya, memang sepertinya mudah ya, tapi coba kalian yang mempraktekkannya. Karena setiap aku sudah berlatih dan sudah mau berani menyatakan lalu melihat kamu tersenyum semua latihanku hilang dan keberanianku sembunyi lagi. Sambil bertanya bagaimana resikonya. Kalau ternyata kamu tidak memiliki perasaan yang sama, apa kita masih bisa sedekat ini tanpa rasa canggung? Karena kalu tidak, lebih baik aku menyimpannya saja untuk diriku sendiri. Biar saja seperti ini. Aku sudah bahagia dengan ini.

Cause I love you without any 'terms and conditions.' Without you should love me back or we have to be together eventually. It just love and love its all. It just me, thath can take anything as long as you happy.

They said its stupid, but I can take it.

But, in the end I know the risk. Kita akan selalu menyesali tidak haya apa yang terlanjur kita lakukan, teteapi juga pa yang tidak pernah berani kita katakan atau lakukan. Dan ya, aku menyesalinya. Menyesali kenapa aku dulu tidak pernah mengatakannya.

Karena waktu berlalu, begitu juga kesempatanku. Terlambat mengetahui kalau kamu pun dulu punya rasa yang sama sepertiku. Sepertinya benar kata orang hanya karena dua orang pada akhirnya tidak bersama, belum tentu keduanya tidak pernah saling jatuh cinta.

Masih ingat yang aku katakan kalau kita seperti sepasang? Ya, benar, ada kata 'seperti' hanya seperti. Tidak pernah benar-benar sepasang, atau benar-benar berduaan berbagi segalanya. 

Cinta di udara katanya. Love is in the air. Mungkin karena itu cinta tetap di udara, tidak benar-benar bersama kita. Karena pada kenyataannya, kita tidak pernah benar-benar 'sepasang.' Hanya diberi kesempatan untuk memandang bintang yang sama dari tempat yang berbeda. Bersyukur bahwa sejauh apa pun jaraknya, kita bisa menikmati hal yang sama. Diberi kesempatan untuk merasakan cinta dan bisa membatin alangkah menyenangkannya kalau kita bisa bersama. Diberi kesempatan untuk belajar melepaskan pada saat justru sedang nyaman-nyamannya.

Mungkin Tuhan memang membuatnya demikian, untuk mengajarkan kita tentang kebersamaan (dan mungkin keberanian?) dan kenangan (mungkin belajar untuk ikhlas). Karena pada akhirnya, love is love and life is life. You can't guess what will happen next. You just have to just accept it, and go with it. Kamu bersama seseorang yang memang untukmu, dan aku pada akhirnya juga bersama seseorang yang memang untukku, besok. Berbahagia sendiri-sendiri dengan orang lain..

Kita masih teteap bisa bahagia kok. Meski tidak bersama.

Kadang-kadang aku ingin pada suatu hari kita akan bertemu lagi. Kamu membaca buku atau menulis note sambil mengayun-ayunkan kakimu atau mingkin sesekali minum kopi mu dan aku menikmati musik dari hp ku dengan sesekali menyesap teh ku. Bahkan tanpa kita berbicara, aku bisa bahagia hanya berada di sana. Bersamamu, berdua. Kita, melakukan hal sederhana dan berbahagia di sana.

Well, in the end, we have to accept the reality. Tentang kita. Tentang kenyamanan yang pernah tercipta, meski harus berakhir juga pada akhirnya. Sampai bertemu nanti. Kalau Tuhan mempertemukan kita lagi.  

But even its just a memoty, would you say "Hi" when you see me? I will do it when I see you.

0 komentar:

Welcome to my little world

Diberdayakan oleh Blogger.

Temukan Aku di...

Followers

© Bienvenue, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena