Welcome to my little world

Sabtu, 21 April 2018

Langit, Aku Titip ya

Yogyakarta, 21 April 2018

Halo, Pak
Pak, bagaimana di sana? Apa senyaman yang sering orang katakan? Apa seindah yang tertulis dalam kitab-kitab yang ditafsirkan orang Pak? Aku sangat rindu Pak.

Sejak Bapak pergi 2 tahun yang lalu, aku kehilangan sosok Bapak. Si Sombong yang Keras Kepala. Orang yang selalu memasang wajah datar ketika aku memamerkan prestasiku. Orang yang selalu mencibir setiap idolaku muncul di tv dengan kalimat "Apapsih bagusnya?" Orang yang selalu ada saat aku pulang larut malam atau saat aku harus berangkat sebelum matahari muncul. Orang yang senang membaca buku tua yang bahkan sampulnya sudah sangat rapuh. Orang yang ngotot melarangku mengendarai motor Ibu saat pergi hanya untuk bermain dengan alasan nanti jika Ibu mau pergi akan terganggu, padahal Ibu mengizinkanku. Hehe

Ternyata banyak juga yang hilang setelah Bapak pergi, ya? Jangan khawatir, Pak. Ibu menjagaku dengan sangat baik. Bapak memilih Ibu yang tepat untukku. Ibu yang sangat hebat. She is my one and only SuperMom. Ibu menjalankan tugasnya sebagai Ibu dan Bapak dalam waktu bersamaan dengan hampir sempurna. Jadi sekali lagi kubilang, Bapak tidak perlu khawatir dengan keadaanku dan Ibu.

Pak, harus kuakui kami limbung saat Bapak pergi. Dan semakin hari rasa limbun itu makin kuat mendera, bukannya malah hilang begitu saja. Namun jangan khawatir Pak, kami baik-baik saja kok. Yap, kami baik-baik saja karena kami saling memiliki, karena pondasi keluarga yang sudah Bapak bangun selama Bapak masih bersama kami merupakan pondasi yang kokoh dan cukup kuat. 

Pak, aku saat ini sedang menggeluti bidang Ibu. Anak-anak. Penilaian. Pembelajaran. Ya, aku meluncur semakin dalam di dunia guru. Sementara beberapa waktu aku juga tetap menulis kok Pak. Aku juga masih banyak penasaran dengan banyak hal. Pak, ingat tidak belum sebulan Bapak pergi aku sudah membuat ulah yang lumayan merepotkan Ibu. Aku mengalami kecelakaan yang lumayan parah saat itu. Dan ya, aku melanggar aturan Bapak karena aku menggunakan motor Ibu saat itu. Aku pikir itu salah satu teguran karena sudah melanggar. Tapi sekarang aku sudah baik-baik saja. Bahkan pen yang digunakan untuk menyambung tanganku saat itu saja sudah dilepas sekarang Pak. Sekarang aku sudah punya tato seperti yang sering aku ceritakan dulu. Tato bekas luka. Hehe. 

Sementara Ibu, beliau sehat Pak. Pekerjaan semakin menelannya Pak. Bahkan sekarang beliau sering sekali pulang sampai sangat sore. Iya Pak, aku jadi sering di rumah sendiri. Tenang Pak, aku sudah bukan anak yang akan memasang stopwatch telat berapa menit kemudian aku akan marah dan meminta ganti berapa menit yang lewat itu tanpa mau tau seberapa sibuknya kalian. Aku sekarang sudah bisa paham bagaimana repotnya jadi guru itu. Jadi tenang saja Ibu tidak akan aku beri tagihan telat berapa menit itu. 

Pak, saat ini aku banyak meninggalkan beberapa aturan yang Bapak buat. Aku semakin jadi pemilih saat makan. Tidak bisa makan sampai piringnya bersih. Pasti ada rempah yang aku buang. Aku sekarang semakin sering mengendarai motor hanya untuk keliling Jogja tanpa tujuan yang jelas. Ya, aku suka di jalan. Tapi kalau sudah ketemu macet aku kemudian marah-marah sendiri. Dan masih banyak lagi Pak tapi aku malas menyebutkannya. Pasti nanti aku kena marah kalau menyebutkan seberapa banyak aku melanggar.

Pak, aku ingin bertemu dengan Bapak sekali lagi. Untuk bicara mengenai banyak hal. Untuk meminta maaf atas semua kesalahnku pada Bapak.

Tapi aku tau kalau semua itu mustahil, Pak. Jadi aku tidak akan berharap lebih lahi. Yang sat in ikuharapkan adalah Bapak baik-baik saja di sana dan terus mengawasi kami dari sana sambil menunggu kita bersama kembali. Kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk Bapak. Menjalani hidup sebaik mungkin dan ya, mendoakan yang terbaik untuk Bapak. 

Pak, sekali lagi kukatakan bahwa kami merindukan Bapak. Sangat rindu. Namun di saat yang sama, kami juga akan terus baik-baik saja. Jadi Bapak harus berjanji untuk tidak mengkhawatirkan kami, ya..

Terus bahagia ya Pak. Kutitipkan surat ini pada Langit Pak, kalau Bapak susah untuk membacanya, minta tolonglah pada Langit untuk membacakannya.

Salam sayang, Ima

0 komentar:

Welcome to my little world

Diberdayakan oleh Blogger.

Temukan Aku di...

Followers

© Bienvenue, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena