Welcome to my little world

Senin, 09 April 2018

Orang Ini

Orang yang pernah menjadi yang paling aku sayang, sedang di depanku sekarang.
Dia masih menggenggam cangkir kopi panasnya dengan satu tangan, mengangkat di gagangnya, menghirup aromanya sebentar, baru meminumnya. Sesuprut demi sesuprut. Dia selalu melakukan itu, menikmati kopi panas dengan perlahan. Kebiasaannya yang tidak pernah bisa aku lupakan.

Dia juga masih memiliki keceriaan yang akan membuatku ikut ceria. Selalu tertarik dengan hal-hal kecil dan menjelaskannya dengan sangat antusisa. "Kamu tau, tadi di kelas aku membuat gerakan-gerakan baru yang lumayan sulit", sombongnya. "Coba kamu lihat di youtube tentang Brandon Tenggara, tentang Kyle Hanagami" kemudian dia menirukan sedikit gerakan mereka, padahal aku tidak mengerti mereka siapa. Atau kemudian menceritakan lagu yang baru didengarnya dan menyanyikannya pelan sambil tersenyum dan memejamkan matanya. Aku tidak pernah bisa melupakan bagaimana dia bisa melakukan semuanya, menarik perhatianku tanpa harus dia sengaja.

Kalau bisa, aku ingin mendekapnya sekarang. Erat, agar dia jangan pergi-pergi lagi. Kalau bisa, aku akan mengajaknya lari sejauh-jauhnya, setinggi-tingginya agar tidak ada yang bisa mengambilnya dariku lagi.

Untungnya logikaku mengingatkanku. Jadi, aku melepaskannya. Melepaskan setiap kenangan yang mencengkeram erat di kepala. Mengatakan kepada diriku sendiri, "Dia bukan milikmu. Hatinya tidak pernah menjadi milikmu. Berhenti membodohi kepalamu sendiri dengan harapan-harapan yang dikatan hatimu tentang perhatian-perhatiannya kepadamu."

Dan di waktu jeda ini, aku memandanginya berlama-lama. Siapa tau aku nanti akan bisa lagi mendapatkan kesempatan yang sama. Melihat rambut cepaknya yang terlihat dia sangat merawat kerapihannya. Melihat dia memainkan hpnya dengan senyum-senyum kecil sendiri. Melihat dia menatap mataku dengan cepat, tersenyum, sambil masih menggenggam hpnya.

"Ah Im, Hanna sudah sms, katanya dia sudah selesai kelasnya. Makasih ya udah mau menemani menunggu kelas Hanna selesai. Jangan lupa besok mampir ke rumah. Masih sering ditanyain mama. Udah dulu ya." Katanya masih dengan keceriaan yang aku tidak pernah bisa lupa.

Aku mengiyakan dengan senyum yang mungkin terlihat sekali dipaksakan.

Setelah bersalaman, dia mengacak rambutku pelan seperti kebiasaanya kepadaku kalau dia mau pergi. Hanya saja kali ini, terasa beda. Dia tidak mengacak, karena sentuhannya lebih lembut, lebih pelan, lebih berhati-hati. Lalu aku hanya bisa berkata dalam hati "Astaga! Aku sayang sekali pada orang ini."

0 komentar:

Welcome to my little world

Diberdayakan oleh Blogger.

Temukan Aku di...

Followers

© Bienvenue, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena