Welcome to my little world

Rabu, 31 Januari 2018

Berpura-puralah

Yogyakarta, 31 Januari 2018

Untuk bibir manis yang jarang membuat lengkungan senyum

Aku ingat pertemuan denganmu. Kamu seseorang dengan tipe laki-laki yang mampu menarik perhatian  perempuan manapun yang Kamu mau. Wajah tampan, kulit putih bahkan seperti perempuan yang rajin perawatan, dan warna matamu yang gelap seakan memperlihatkan dinginnya Kamu. Kamu menarik dengan tubuh proposionalmu menjadikanmu idaman bagu perempuan yang senang mencari perlindungan.

Aku tersenyum, saat seseorang menghampiriku dan menanyakan nomor ponselmu. Dengan segera kuberikan nomormu pada mereka, karena Kamu memang suka kan jadi pusat perhatian gadis-gadis? Aku tidak menyalahkan sifatmu yang satu itu. Karena sudah naluri mungkin ya seorang laki-laki tampan sepertimu untuk merasa tersanjung selalu menjadi pusat perhatian, dan aku tidah ragu mengatakan, seandainya aku ada di posisimu, aku pasti akan merasakan hal yang sama juga.

Sayangnya, seiring waktu Kamu berubah.

Aku yang berstatus sebagai sahabat baikmu selalu kena imbasnya bila Kamu dilanda masalah. Kamu mudah sekali marah, mudah sekali tersinggung dan mudah sekali mengeluarkan kata-kata jahat padaku. TIdak, bukan hanya padaku, kepada adikmu, kepada teman-teman yang lain pun sering sekali Kamu berperilaku demikian.

Anehnya. Ketika Kamu berhadapan dengan gadis yang mungkin menarik perhatianmu, perilakumu berubag drastis. Senyum manis yang selalu tersungging, dan sikap malu-malumu yang terkadang sangat menggemaskan. Seandainya aku tidak mengenalmu. Tapi, karena aku mengenalmu sejak entah sejak waktu yang lama itu , aku tau itu bukan sifat aslimu.

Kenapa? Pertanyaan yang selalu aku lontarkan dalam hati, sayangnya sepertinya tidak akan terjawab. Apa aku sudah tidak pantas mendapat perlakuan baik lagi darim? Perlakuan layaknya sorang sahabat yang selalu berada di sisimu? Selalu menjadi pendengar yang baik bagimu? Yah, kadang memang aku yang lebih banyak berbicara. Tapi ayolah itu kan kalau kita tidak ada bahan pembicaraan makanya aku seperti itu.

Tidak, aku tidak memintamu untuk berubah jika Kamu nyaman dengan seperti itu. Aku hanya ingin bilang, aku menyayangimu. Aku juga akan menangis bila Kamu tersakiti dan aku juga akan merasa marah ketika Kamu dikhianati.

Meski Kamu tidak bisa merubah sikapmu yang seperti itu, tapi bisakah Kamu berpura-pura menghargai persahabaran kita ini? Aku yakin Kamu bisa, karena berpura-pura kan memang keahlianmu sejak lama itu. Dan, permintaanku gunakan keahlianmu itu untuk menghargai aku yang ada di sisimu.

Aku tidak ingin persahabatan ini hancur begitu saja. Meski aku harus berusaha menopang dengan seluruh kekuatanku yang sering kamu katakan lemah ini. Tapi apa gunanya bila hanya aku sendiri? Karena tenagaku yang tidak seberapa ini tidak akan mampu menopang dua hal dalam diri kita.

Aku butuh Kamu. Aku butuh Kita.
Meski Kamu hanya pura-pura

Hari ke 18

0 komentar:

Welcome to my little world

Diberdayakan oleh Blogger.

Temukan Aku di...

Followers

© Bienvenue, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena