Welcome to my little world

Rabu, 02 Juni 2021

Air Mata yang Akhirnya Jatuh

 Yogyakarta, 2 Juni 2021

Untuk Pria yang benci melihatku menangis.
Read More

Rabu, 12 Mei 2021

Terimakasih, Kasih

 Yogyakarta, 12 Mei 2021

Kepada seseorang yang telah menjadi bayangan.
Read More

Sabtu, 03 April 2021

Bosan

Yogyakarta, 3 April 2021

Halo Bosan

Terimakasih atas beberapa hari ini kamu menyapaku dan membuatku membatalkan banyak sekali janji.

Tidak apa-apa, lagian memang beberapa waktu lalu aku membutuhkanmu, Bosan.

Kadang aku membencimu karena kamu datang saat aku sedang belajar komitmen. Seperti tamu yang tidak diundang. Kamu hadir dan membuatku dan dia menjadi semakin jauh.

Tapi kehadiranmu juga membuatku belajar mengontrol ego diri, dan ternyata saat kamu di tengah hubungan kami, kami mampu membuatmu menjadi satu bagian pembelajaran menjadi hubungan yang lebih matang.

Kadang juga kamu datang saat aku sedang tengah-tengahnya sibuk dengan berbagai macam deadline. Kamu tau? Bos akan sangat marah apabila aku sedang berbincang asyik denganmu, Bosan. Tapi kamu hanya bisa tertawa sambil berkata "Santai Nona, hari masih panjang." Karena kamu memang penghasut yang baik maka aku pun menurut seperti seekor domba kepada peternaknya.

Lucu, ya?

Bosan, mungkin sebagian orang membutuhkanmu. Kamu tau? Ketika kamu datang manusia belajar banyak hal. Bukankah kamu sungguh berjasa? Harusnya orang mengucapkan terimakasih kepadamu karena mereka menjadi orang yang lebih baik karenamu.

Aku menyapamu karena aku juga merupakan orang yang mudah jatuh kepadamu. Namun dari situ aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Terimakasih, Bosan.
Dari aku yang pernah merasaimu. 
Read More

Kamis, 11 Maret 2021

Football

Yogyakarta, 11 Maret 2021
 
GOAL!!!
Read More

Sabtu, 27 Februari 2021

Tuan Kesepian

 Yogyakarta, 27 Februari 2021

Halo, Tuan Kesepian
Read More

Sabtu, 20 Februari 2021

Untukmu, Tuan

 Yogyakarta, 20 Februari 2021

Untukmu seseorang yang namanya selalu kusebut dalam doa.

Mungkin bagimu aku adalah seseorang yang tak terlihat dan lebih ke tak pernah kamu anggap ada. Aku seperti bayangan yang mengikutimu tanpa kamu pedulikan kehadirannya. Hingga bagimu tidak akan sulit untukmu mengacuhkanku, walaupun aku berdiri di sampingmu dengan segala kelebihan yang ada.

Aku adalah wanita yang mengamatimu dari jauh mencoba membahagiakanmu dengan segenap rapalan doa yang selalu kupanjatkan di setiap sujudku dan selalu menjagamu dengan segala kemampuan yang aku punya. Sayang, kamu bahkan tidak tau kalau aku punya nama. Mungkin yang kamu tau hanyalah aku seorang gadis kesepian yang selalu duduk di dekat jendela sambil melamun sebagai teman.

Mungkin aku yang salah mencintaimu sedangkan kamu tidak punya niat sedikit pun untuk memberi kita waktu saling mengenal. Andaikan ada kesempatan aku akan bercerita tentang lebih-lebih yang aku punya agar kamu jatuh semakin dalam pelukanku.

Tapi nyatanya aku tidak punya keberanian untuk itu. Untuk hanya sekedar membuka mulut memanggil namamu yang sudah kuanggap seperti mantra penguatku dalam menjalani hari.

Mungkin keadaan tak berpihak pada jalan cerita cinta yang mungkin bisa kita ukir.

Yang mungkin perlu kamu tau.

Aku jatuh cinta padamu ketika mata kita bertemu di ruang musik kala hujan yang sangat deras itu turun dan menjebak kita semua di sana.

Aku; perempuan yang tidak pernah bosan memandang wajahmu.
Read More

Senin, 21 Desember 2020

Rain

 Yogyakarta, 21 Desember 2020

Pagi ini hujan turun lagi di Yogyakarta.
Read More

Senin, 16 November 2020

Surat Untuk Tuhan

Yogyakarta, 16 November 2020
 
 Kepada Tuhan di Surga.
Read More

Selasa, 10 November 2020

My Super-Duper Superhero

 Yogyakarta, 10 November 2020

Kepada Una.


Una, aku baru saja selesai menonton Working Woman film tentang seorang Ibu yang harus bekerja keras dan membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan keluarganya. Ibu itu tetap bisa mengurus anak-anaknya dan di saat itu juga bisnisnya berjalan lancar. Di sana kulihat Ibu itu sangat siuk bahkan tidak ada waktu untuk beristirahat.

Aku jadi ingat, apa yang aku tanyakan pada Una, sekitar beberapa bulan yang lalu di supermarket. Apa aku dulu sering dibelikan berbagai macam susu yang ada di etalase supermarket itu? Una tertawa. Una ingat tidak Una jawab apa?

"Jangankan susu. Namanya anak Una. Apa aja Una turutin. Biskuit makanan kamu aja bermacam-macam cuma karena boneka hadiahnya itu, padahal kamu tidak suka mengunyah dari kecil."

Aku diam, tersenyum, menggandeng tangan Una erat-erat.

Sejujurnya, Un. Aku tidak terlalu ingat masa kecilku. Tapi tentu aku ingat bagaimana kebaikan-kebaikan Una. Tentu Una yabg tiap sore terlihat sangat lelah pulang kerja dan akan berlari dari dalam rumah menyambut Una, lantas kita membeli Esmoni di toko kelontong ujung gang. Tentang tiap sore kita ke rel kereta, hanya untuk menyuapiku tanpa aku harus menangis karena aku happy menonton kereta yang lewat. Tentang bapak yang membawa tustel dan Una yang mengarahkan gayaku.

Aku tidak ingat banyak.
 
Tapi aku ingat satu hal penting. Tentang Una yang tersenyum melihatku saat aku berlarian mengejar teman-temanku. Lantas aku menabrak dinding dan Una berlari menggendongku yang menangis keras sekali dengan dahi yang sudah berdarah di siang bolong itu.
 
Apa Una masih ingat?
 
Waktu berlalu cepat sekali. Semua berubah, rumah berpindah, usiaku bertambah, Bapak meninggal. Namun sampai sekarang Una tetap sama.
 
Mengkhawatirkanku meski usiaku sudah menginjak kepala dua. Mengutamakan kepentinganku di atas diri Una. Menyenangkanku meski dibayar dengan peluh berjuta-juta.
 
"Kepentingan orang tua itu, pasti kalah sama kepentingan anak. Bapakmu dulu juga seperti itu. Nanti kamu juga seperti itu dengan  anakmu."

Percayalah Un. Bagiku, Una seperti Mommy di film Working Woman itu. Bahkan lebih berjuta, bermilyun, dan bertrilyun kali lebih hebat dari Mommy di dalam kotak itu. Sungguh!

Bagaimana tidak? Una cuma bisa geleng kepala kalau aku buat masalah di dapur. Una yang rela memutar balik saat berangkat kerja karena kendaraanku macet padahal Una sudah hampir sampai. Una yang kebingungan kalau aku bingung sendiri dan sok memecahkan masalah sendiri (yang nyatanya tetap butuh orang tua). Una yang sabar kalau aku mulai ceroboh. Una yang tidak bisa bilang apa-apa kalau aku sudah mulai menangis.

Una aku bertaruh. Tidak akan ada orang lain yang bisa melebihi Una membahagiakan aku. Tidak akan ada orang lain yang lebih hebat dari Una mengasihi aku. Tidak akan ada orang yang mengalahkan Una, dalam segala hal menyangkut diriku, dan keluarga kita.

Hanya Una.

Una, di akhir catatan ini, aku ingin mengutip kata-kata dari quote yang kemarin aku baca.

"No matter how many times we argue, How many times I don't understand you, and how many times I get scolded by you.

I still think that you are the best and the greatest Mom in the whole wide world.

I LOVE YOU.

 Ya, cinta adalah ketika Una membuatku tersenyum, dan Una tidak berhenti melakukannya.
 
Terimakasih.
 
My Super-Duper-Superhero
 
~
 
Peluk hangat.
 
Una's little daughter♡ 
Read More

Jumat, 09 Oktober 2020

Kita . Mereka

 Yogyakarta, 9 Oktober 2020

Orang yang membicarakan orang lain saat bersamamu, juga membicarakanmu saat kamu tidak ada. Jangan membicarakan orang lain saat bersamanya.
Read More

Welcome to my little world

Diberdayakan oleh Blogger.

Temukan Aku di...

Followers

© Bienvenue, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena