Welcome to my little world

Rabu, 10 Agustus 2022

Drama!

 Yogyakarta, 10 Agustus 2022

Ah... Korean Drama is Bullshit!

Maaf, kalau aku memaki dan membuatmu kaget, catatan cinta macam apa yang dibuka dengan makian seperti ini. Tapi.... sudahlah, aku tidak tahan lagi.

Hari ini aku bangun pagi sekali dan seperti biasa melirik smartphoone hanya untuk melakukan rutinitas kaula muda kekinian sambil mengira-ngira catatan apa yang akan aku tulis untukmu. Namun, tiba-tiba kesadaran ini datang dan aku langsung meloncat ke laptopku untuk menulis makian di atas. Hehehe. Maafkan tingkah impulsifku, ide kan selalu datang di saat yang tidak terduga. Mari, kita bercerita alasan kenapa drama Korea membuatku kesal.

Kebanyakan drama Koreaakan menyuguhkanmu beragam cerita yang tidak biasa, dari action, sci-fi, dan macam-macam lainnya. Tapi, pada dasarnya, semuanya sama... it's all about love. Drama Korea menggambarkan cinta dengan berbagai rupa hingga mencemari isi kepala setiap penikmatnya.ー termasuk aku, kadang. Dimulai dari tokoh utamanya yang selalu digambarkan begitu sempurna dengan pria tampan dan kaya bersama dengan perempuan cantik baik hati. Lalu cerita drma tersebut menyilangkan takdir dua insan yang karakternya jauh berbeda tersebgan sebuah kejadian yang mengubah hidup keduanya dan hal klise terjadi. Si pria akan bersimpati pada kondisi perempuan tersebut dan terkesima dengan mimpi-mimpi besarnya, lantas perempuan akan menambatkan hati pada pria angkuh namun diam-diam baik hati itu. Konflik-konflik dalam hubungan sejoli ini biasanya beragam, tapi yang paling standar adalah munculnya orang ketiga, balas dendam, si perempuan yang terlilit hutan, perebutan harta di perusahaan si pria, dan yang terakhir penyakit-penyakit yang diderita para tokoh. Tapi, apap pun konflik yang ada di drama Korea, cinta tetaplah cinta, dan ia akan selalu dimaknai akhir yang bahagia.

Cinta mengalahkan segalanya.

Ah, sekuat itu makna cinta digambarkan? Aku tidak bisa mendebatnya karena aku sendiri setuju dengan itu. Tapi yang sangat disayangkan adalah drama Korea mencoba untuk menggambarkan cinta sedemikian rumitnya dengan beragam konflik hingga memberi doktrin pada otak penikmatnya bahwa begitulah cinta seharusnya ー drama Korea membetuk standar bagi cinta.

So, that's why... Korean Drama is bullshit.

Cinta tidak punya standar.

Sekarang, aku tinggal bertiga bersama dengan ibuku dan adik perempuanku; dan kami berdua (aku dan adikku) lumayan suka menonton drama Korea. Ketika kami berdua menonton drama Korea, kami selalu mendebat tentang segalanya, tentang tokohnya, tentang jalan ceritanya, tentang diri kami sendiri, juga tentang kehaluan kami. Seiring berjalannya waktu, aku mengira kami berdua akan termakan standar cinta yang disuguhkan oleh drama Korea itu, namun ketikhatnya lebih jeli dengan segala perdebatan-perdebatan kami saat menonton drama Korea. Kami berhasil menemukan cinta tanpa terpengaruh pada standar cinta dalam drama-drama yang kami tonton. Kami berhasil membedakan kenyataan dan khayalan, lalu mengamankan hati pada harapan-harapan semu tentang kekasih idealーcinta kami tulus pada pasangan kami masing-masing.

Dan aku akan terus melakukan hal yang sama.

Ketika aku melihat adik perempuanku, aku pun memikirkanmu serta diri kita di masa depan. Aku tidak akan meletakkan gatiku begitu tinggi atau rendah, aku akan meletakkannya setara denganmu. Aku tidak akan mengharaokan yang tidak-tidak tentangmu ーkamu tidak harus sangat tampan atau pun kaya raya seperti di drama-drama. Cukup kamu menjadi dirimu sendiri dan aku akan mencintaimu, tidak dengan apa adanya atau ada apanya, aku akan mencintaimu dan kita akan tumbuh bersama.

Aku tidak akan melarangmu untuk menjadi tampan atau kaya, namun yang paling membahagiakanku jika kamu tampan dan kaya karenaku. Akulah yang akan mendukungmu menjadi sosok yang sukses, diam-diam menjadikanmu sosok yang perempuan lain idamkan tanpa mereka sadari bahwa akulah dalang dari semanya. Aku akan mencintaimu seperti itu dan demi menjadi perempuan yang pantas untukmu aku akan mempersiapkannya dari sekarang.

Tapi, jangan meletakkan standar cinta padaku juga. Mungkin saja takdir mempertemukan kita lebih awal dan aku belum siap menjadi perempuan yang kamu inginkan untuk mendukungmu. Maka dari itu, bantulan aku menjadi perempuan yang seperti itu. Ajari aku dan bimbing aku, kenali aku hingga kamu tau cara untuk menegur dan menasehatiku dengan baik. Aku akan senang sekali jika hubungan kita berjalan beriringan dengan membaiknya pribadi kita masing-masing.

Karena ketika kita bersama, kita bukan lagi dua, melainkan satu.

Hehe.

Jadi, akhir kata sebagai penutup catatanku hari ini, aku ingin mengingatkanmu kembali maksud makianku di awal. Bahwa sebenarnya cinta tidak serumit di dalam drama Korea, Tuan. Tidak perlu menyulitkan diri dengan mengagung-agungkan cinta dan meletakkan perasaan itu setinggi-tingginya, karena cinta akan datang saat semuanya sudah tepat. Itu rahasia semesta.

Dari Gadis yang akhir-akhir ini suka drama Korea♡

0 komentar:

Welcome to my little world

Diberdayakan oleh Blogger.

Temukan Aku di...

Followers

© Bienvenue, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena