Welcome to my little world

Senin, 16 Desember 2019

Bahagia

Yogyakarta, 16 Desember 2019

Kamu baru apa sekarang? Sibuk mewujudkan mimipimu ya? Atau malah sibuk membuar mimpi baru? Semoga semesta selalu mendukung apapun mimpimu itu ya.

Melihat foto-foto dan semua yang kamu unggah di sosial mediamu akhir-akhir ini membuatku semakin besyukur. Aku selalu meminta kekuatan pada semesta untukmu, agar tak perlu ada lagi luka yang menggores. Agar hanya ada kabar gembira yang kau bagikan.

Kadang, saat berlayar kapal juga bisa bertemu badai di lautan. Kadang, kompasnya juga bisa rusak, tapi selalu ada petunjuk arah lainnya. Dan akan ada juga masanya badai selesai, kemudian harus membereskan semua sisa badai dengan tenaga yang ada. Lelah memang, tapi tetap harus bersyukur karena masih diberi kesempatan tersenyum kembali.

Kenapa ya bahagia kadang terasa rumit? Mau beli minuman saja sekarang harus bingung memilih rsa-rasanya. Ketika sudah terpilih ternyata saat itu persediaan sedang habis, eh kita sebal setelahnya. Kemudian akan tertawa kembali ketika teringat pernah sesebal itu hanya karena kehabisan rasa minuman yang diinginkan. Mau ketawa girang aja masa harus kehabisan rasa minuman. Haha

Sama, seperyti ketika aku mau ketemu dia saja, butuh perjuangan berapa tahun sampai akhirnya ada pesan tak terduga yang bilang kalau dia mau bertemu. Nah kan. Rugikan berapa tahun sendiri manyun terus.

Sudahlah. Lupakan.

Kamu tau tidak, sampai sekarang kadang aku masih suka tertawa sendiri mengingat bagaimana kita kenalan pertama kali dulu. Kita janjian untuk bertemu pada siang hari dan karena kehebatanku, aku tertinggal kereta siang dan harus memesan ulang tiket kereta untuk sore hari. Dan hasilnya kita bertemu di malam hari denga raut muka masam yang terus kamu pasang sepanjang waktu pertemuan kita itu. Kemudian setelah banyak waktu dilalui, entah bagaimana kerja semesta untuk mendekatkan kita. Dengan banyak sekali perbedaan dan persilangan kemudian melebur menjadi satu. Aku tidak tau, dan tidak perduli bagaimana orang-orang menilai kita dan melihat kita yang sangat jelas perbedaannya. Tapi semesta maunya kita terus saling berdekatan, gimana dong?

Maaf ya aku selalu merepotkan. Tapi bagaimana lagi, mukamu itu selalu terlihat ingin direpotkan. Hehe. Terimakasih selalu ada di setiap saat. Terimakasih untuk masa lalu, sekarang dan entah untuk apa yang akan datang♡

0 komentar:

Welcome to my little world

Diberdayakan oleh Blogger.

Temukan Aku di...

Followers

© Bienvenue, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena