Welcome to my little world

Kamis, 25 April 2019

Sepi.

Yogyakarta, 25 April 2019

Aku masih di sini, duduk di bangku taman kota sambil menikmati pemandangan sekeliling. Mengamati orang-orang yang berlalu lalang di hadapanku.Yap, seperti biasa, mencoba menebak apa yang sedang mereka pi8kirkan. Meskipun aku tau kalau itu kemungkinan besar salah dan yah, melanggar privasi.

Aku masih sendiri dan mungkin akan terus sendiri. Aku sudah terlalu terbiasa untuk menyendiri, sampai aku upa bagaimana rasanya melakukan kegiatan bersama orang lain. Sampai lupa bagaimana cara membuka obrolan dengan orang lain. sampai bingung apa yang harus kuucapkan setelah kata "hai". Namun entah bagaimana aku masih bisa menikmati ini semua. Menikmati hal yang mungkin bagi sebagian orang tidak mudah untuk dinikmati.

Aku tak mengerti bagaimana semua ini berawal, yang aku tau dulu aku tidak begitu suka dengan keramaian. Hal selanjutnya adalah aku selalu mencoba menarik diri setiap saat aku berada di keramaian. Pada akhirnya aku sadar bagaimana sukanya aku pada sepi. Sepi yag membuatku bisa merenungi apa saja yang telah terjadi padaku. Sepi juga yang membuatku belajar tenang manusia dengan mengamati tingkah laku mereka, gerak-gerik mereka. Sepi yang membuatku bisa lebih memahami bagaimana hebatnya Tuhan mengatur hidup ini. Bagaimana dengan luar biasanya Tuhan membuat garis-garis takdir dan jalan dari setiap orang yang berbeda-beda. Aku sungguh bersyukur. Aku sangat menyukai semua itu.

Sayang rasa suka itu terlalu berlarut-larut bagiku. Hingga aku tidak tau jalan kembali. Kadang aku ingin memulai sesuatu yang baru, namun aku merasa itu sulit. Ingin sekali aku mencoba keluar dari zona nyamanku. Tapi aku takut. Ya, aku takut bagaimana jika aku tidak bisa menyatu dengan ramai itu. Entah mengapa aku sering menggambarkan keramaian itu monster yang siap menyantapku sekalinya aku mencoba keluar dari lingkaran nyamanku ini.

Orang lain tidak akan tau mengapa aku terus menyendiri. Yang mereka tau, aku hanya terlalu pendiam. yang tidak asik, yang tidak seru diajak ngobrol, yang ketinggalan jaman, yang kaku. Padahal sesungguhnya aku hanya takut bila mereka tidak sependapat denganku tang berlarut-larit menyukai sepi.

Aku tau tidak banyak yang menyukai sepi, kadang hal itu membuatku merasa berbeda. Merasa bahwa aku berasal dari planet yang berbeda dengan kebanyakan orang. Kemudian entah ada apa tiba-tiba aku terdampar di planet yang menyukai keramaian. Dan hal itu kadang membuatku berpikir apa salahku hingga semua menjadi seperti ini? Mengapa aku tidak bisa menjadi seperti kebanyakan orang? Mengapa aku dan hal yang aku sukai adalah hal yang rumit untuk disukai bagi kebanyakan orang?

Aku masih berpikir seperti sampai suatu saat aku tersadar, mungkin sudah bukan saatnya aku untuk meratapi atau mengutuk diri sendiri. Mungkin pula bukan saatnya bagiku untuk memaksakan hal yang tak bisa aku lakukan, Karena mungkin Tuhan telah menciptakanku untuk menjadi salah satu makhluk Nya yang harus menjalani hidupnya dengan garis seperti ini. Seperti yang aku katakan sebelumnya, karena Tuhan telah menggariskan jalan yang berbeda bagi tiap manusia dengan cara yang unik, begitu pula denganku. Dan mungkin dengan mengisi kekosongan jalan ini aku telah menjalankan tugasku dengan baik sebagai ciptaanNya.

0 komentar:

Welcome to my little world

Diberdayakan oleh Blogger.

Temukan Aku di...

Followers

© Bienvenue, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena