Welcome to my little world

Rabu, 15 Juli 2020

Lelah

Yogyakarta, 15 Juli 2020

Bintang, aku menulis lagi catatan untukmu. Kali ini aku akan menuliskan segala keluh kesahku. Lagi-lagi aku ingat padamu hanya saat aku merasa sudah sangat tertekan. Jahat sekali ya Bintang.

Bintang aku lelah sekali Bintang. Bahkan beberapa kali aku terpikir untuk menyusulmu saja. Mungkin aku akan merasa tidak lelah lagi kalau aku sudah bersamamu. Namun aku ingat Bulan, bagaimana Bulan kalau aku menyusulmu. Dan kamu pasti akan sangat kecewa kalau aku memutuskan untuk menyusulmu dengan paksa.

Ah iya Bintang. Betapa tidak sopannya aku Bisa-bisanya tidak menanyakan bagaimana kabarmu. Aku langsung saja mencerritakan apa yang terjadi padaku. Sangat tidak sopan. Bintang bagaimana kabarmu? Bersyukurlah kamu tidak menghadapi masa karantina seperti sekarang. Sangat membosankan. Bahkan untuk aku yang suka jika diminta diam di rumah pun merasa sangat bosan. Bintang keadaanku sekarang tidak baik-baik saja. Sebenarnya aku ingin berbohong dengan berkata baik-baik saja. Tapi aku kali ini merasa terlalu tidak baik-baik saja untuk berbohong mengatakan mengatakan baik-baik saja.

Bintang, sekarang semua orang di sini, bahkan di seantero dunia ini sedang dihebohkan oleh suatu penyakit. Apa Langit menceritakan hal itu padamu? Ya, itu juga berdampak padaku dan Bulan. Sebenarnya aku takut Bintang. Sangat takut. Tapi biasa Bintang. Aku selalu mencoba menjadi yang paling di antara semuanya. Untuk sekarang aku mencoba menggunakan topeng sok tegarku, sok beraniku. Bintang, kamu taukan kalau sejak kecil aku sangat mudah sakit. Penyakit yang sedang heboh ini cirinya sama dengan penyakit langganan aku itu. Sejak saat diumumkan tentang penyakit itu, aku jadi anak penurut, Bintang. Bulan melarangku minum minuman dingin pun aku turuti. Bulan melarangku makan makanan jahat itu pun aku turuti. Itu semua aku lakukan agar aku tetap sehat. Dan saat aku tetap bisa sok tegar dan menutupi seberapa takutnya aku pada penyakit ini Bintang.

Akhir-akhir ini aku hanya di rumah saja. Ya, tetap ke sekolah ke rumah Adik Kecil. Tapi lebih banyak waktu di rumah. Bintang pasti suka kan kalau aku di rumah. Aku ingat dulu Bintang pernah menasehatiku untuk tidak menjadikan rumah seperti tempat menumpang tidur, setelah tidur lalu pergi lagi. Sampai aku tidak penah tau dimana letak benda-benda saat ada yang mencarinya. Tenang Bintang sekarang aku sudah tau. Bahkan aku tau dimana Bulan menyimpan semua nota pembayaran selama Bintang sakit. Hebatkan aku sekarang. Bintang?

Bintang, aku lelah. Semua hal seperti mengejarkku. Iya, aku yang salah tidak melakukan sesuai urutannya. Seperti pendidikanku dan pekerjaanku. Sekarang sepperti semuanya ada di ujung tanduk. Semakin merasa bahwa semua ini salah. Seperti ingin kembali ke masa pemilihan sekolah dulu. Aku ingin sekali kembali ke masa itu. Ingin tidak menuruti kemauanmu dan Bulan. Ingin ke sekolah yang memang sangat ingin aku masuki. Mungkin sekarang tidak akan seperti ini kalau dulu aku tetap kukuh dengan pendirianku. Mungkin.

Aku ada pertanyaan, Bintang. Saat kamu seusiaku sekarang apa yang kamu lakukan? Dari semua yang aku ingat, saat kamu seusiakkamu sedang di masa yang menurutku sangat bahagia. Kamu sering bercerita tentang hobimu yang lumayan menyita waktu dan tenaga itu tapi menyenangkan. Kamu sering bercerita dan memamerkan foto-foto hasil hobimu itu. Bermotor (bahkan katamu kamu hampir mengelilingi pulau Jawa dengan motormu itu) dan fotografi. Asik sekalikan hidupmu itu Bintang. Aku ingin sepertimu. Seperti tidak ada beban. Beda denganku, Bintang. Semua orang menanyaiku tentang kapan targetku terwujud. Semua orang menyamakan timeline hidup mereka dan membandingkannya denganku. Aku tidak suka, Bintang. Aku lelah dengan itu semua.

Bintang, ingat tiadk dengan target 10.000 hariku itu? Aku masih terus menghitungnya. Aku masih menargetkan salah satu hari bahagiaku terjadi pada hari itu. Tapi setiap aku menyebutkan itu ada seseorang yang selalu menyangkal targetku itu. Terlalu lama lah. Terlalu tua untukku lah. Aku lelah Bintang dengan semua penilaian orang. Bintang bolehkan aku membalas ucapan mereka dengan ucapan-ucapan tajamku seperti yang sering kamu lakukan pada orang-orang yang dulu menggangguku? Dulu kamu bilang aku tidak boleh mencontoh sikapmu itu, kamu bilang "Kalau ada orang yang membuatmu tidak nyaman bilang padaku, biar aku saja yang dapat dosa dengan berkata tidak baik. Kamu jangan ya." Tapi aku sudah lelah sekali mendengarnya. Aku ingin menirunya sekarang. Bolehkan?

Kamu bertanya Bulan dimana saat ada orang yang seperti itu? Bulan ada. Dan seperti biasa Bintang. Bulan hanya diam. Iya, di depan orangnya Bulan hanya diam. Di belakang Bulan hanya menyuruhku untuk sabar, Seperti biasanya kan Bintang? Tidak ada yang berubah.

Bintang, ini sudah malam. Sudah lewat dari jadwal tidurku. Tapi aku masih sangat ingin bercerita denganmu. Mampirlan ke mimpiku malam ini. Seperti beberapa hari yang lalu. Ayo kita bermain bersama lagi. Meskipun hanya dalam mimpi.

Aku sudahi dulu ya Bintang. Selamat malam. Salam rinduku untukmu. Aku menyayangimu.

~

0 komentar:

Welcome to my little world

Diberdayakan oleh Blogger.

Temukan Aku di...

Followers

© Bienvenue, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena