Welcome to my little world

Tampilkan postingan dengan label #catatanhariini2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #catatanhariini2. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 September 2026

Keduanya Itu Anugerah

 Hey, F...
Read More

Senin, 11 Mei 2026

Kami

Yogyakarta, 11 Mei 2026
 
Dia pendengar musik lembut, aku adalah pendengar segala jenis genre tapi cenderung ke musik keras. Tapi pada saat aku bekerja aku mendengarkan musik Paramore, dia ikut mendengarkan. Dan pada saat dia fokus dengan musik jazz lembutnya, aku ikut mendengarkan.
Read More

Sabtu, 14 Februari 2026

Surat Ijin Mencintai (SIM)

Yogyakarta, 14 Februari 2026

Nomor: 30/catatanhariini/14022026
Perihal: Surat Ijin Mencintai (SIM) 
Lampiran: 1 (Satu) Pertemuan yang Dinantikan
Read More

Selasa, 06 Mei 2025

Mengingatmu (lagi)

 Yogyakarta, 6 Mei 2025
 
Beberapa malam ini aku sering melihatmu lumayan aktif di grup tempat kita dulu sering mengobrol. Dan ya, itu membuatku agak canggung juga untuk ikut obrolan. Aku masih belum begitu nyaman hanya dengan melihat namamu saja. Padahal kita sudah berapa tahun berpisah. Padahal kamu juga sudah menemukan wanitamu yang baru juga.
 
Karena beberapa malam ini sering melihat namamu, akhirnya dengan kesadaran penuh aku membaca ulang hampir semua percakapan kita. Artinya dengan kesadaran penuh juga aku menyakiti hatiku sendiri. Dan berakhir pada kembalinya rusak jadwal tidurku. Memang hebat sekali aku ini.
 
Hai Kamu, Kakak. Bagaimana kabarmu di sangat jauh sana? Kita semakin jauh ya sekarang. Dulu kita hanya ratusan kilometer, sekarang menjadi ribuan kilometer. Kak, aku merasa semakin jauh juga kesempatanku untuk meminta maaf. Yang awalnya aku berpikir tentang kesempatan dekat denganmu lagi itu aku mengganti harapanku dengan kesempatan meminta maaf denganmu. Itu pun sekarang sudah sangat sulit. Ditambah lagi gengsiku yang luar biasa.
 
Kak, semalam setelah aku membaca ulang percakapan kita lebih kebagian yang saat itu membuatku menyerah akanmu. Itu membuatku berpikir. Apakah pada saat itu aku yang bersalah karena kurang peduli terhadapmu? Karena memang aku sadar sebagai manusia pun aku tergolong manusia terlalu cuek. Mungkin pada saat itu seharusnya aku sering menanyakan bagaimana keadaanmu. Kamu bukan tipe orang yang akan sukarela bercerita jika tidak ditanya. Dan kebetulan aku tipe yang belum tentu sehari sekali menanyakan bagaimana kabarmu. Sangat cocok bukan? Bagaimana bisa kita tidak salah paham kalau begitu? Lucunya kita.
 
Kemudian, lanjut sampai di titik yang kamu menunjukkan kepedulianmu padaku walaupun kita sudah tidak bersama saat itu. Sayangnya, saat itu aku bingung. Selain bingung, saat itu aku juga masih merasa sakit dengan segala tindakmu saat itu. Kemudian aku menanyakan kepada teman dekatku bagaimana aku harus merespon. Sejujurnya, aku tidak ingin membalas dengan kata yang kurang mengenakkan seperti saat itu. Bahkan setelah aku mengirimkan langsung aku merasa menyesal. Tetapi temanku pun berkata aku masih terlalu baik padamu. Katanya, kamu menyakitiku terlalu dalam, jadi tidak pantas mendapatkan perhatianku lagi. Kemudian aku menurutimya begitu saja, tanpa berpikir. Setelah kubaca kembali, ternyata semua hal menjadi terbalik. Aku lah kemudian yang menjadi tokoh antagonis tersebut.
 
Kak, maafkan aku atas apapun yang aku lakukan. Maafkan aku saat itu sudah menjadi manusia yang sangat tidak peka akan semua yang kamu alami. Maafkan aku sudah memutus komunikasi. Kamu bilang kalau hari ke depan masih panjang kan? Hehe, maaf hari panjang itu tidak bisa berlanjut lagi. Karena semua hal yang aku lakukan.
 
Terimakasih Kak sudah pernah mengisi hari-hariku. Semoga setelah ini kita bisa berkomunikasi tanpa canggung lagi ya. Bahagia terus Kak dengan siapapun itu. Jangan pernah merasa sendiri lagi ya. Cheeeerss!!!!🍻
Read More

Minggu, 09 Maret 2025

MENYERAH

 Yogyakarta, 30 Mei 2023
 
Aku pernah berkata, "bertahanlah semampumu" dan mungkin memang ini semampumu. Aku tidak akan memaksamu untuk tetap tinggal. Untuk apa aku memaksakan kalau ujungnya itu hanya membuat luka untuk kita berdua.
Read More

Jumat, 07 Maret 2025

Kita. Mereka

Yogyakarta, 12 Mei 2023

Orang yang membicarakan orang lain saat bersamamu, juga membicarakanmu saat kamu tidak ada. Jangan membicarakan orang lain saat bersamanya. 

Orang sering tidak nyaman kalau kamu berbeda, jadi inginnya kamu sama seperti mereka. Mereka lupa, kalau mereka pin tidak bisa sama seperti kamu. 
Berubahlah hanya karena kamu menjadi lebih baik. Bukan karena orang lain yang mengubahmu. 

Orang mungkin akan menasehatimu, membicarakanmu di belakang, mencelamu ketika kamu mempunyai mimpi sendiri yang tidak sesuai mimpi atau kemauan mereka. 
Jika kamu memang menginginkannya, jangan berhenti. Itu mimpimu, bukan mimpi mereka. Hidupmu bukan hidup mereka. 

Orang mungkin bahagia dan sukses ketika kita menjalani sesuatu. Hanya karena mereka sukses di sana, bukan berarti kita jiga akan sukses ketika melakukannya. Rezeki dan kemampuan orang berbeda-beda. 
Lakukan saja yang kamu suka, yang kamu bisa, dari apa yang kamu punya. Yang kamu sukai akan membuatmu tidak mudah berhenti. Yang kamu bisa akan memperbesar peluang keberhasilanmu. Yang kamu punya akan mengurangi ketergantunganmu pada hal lainnya. 

Orang akan membeli apa, terserah mereka, bukan urusanmu, urusan kita. Hanya karena mereka punya, bukan berarti ego kita harus membeli sama atau lebih dari mereka.
Beli yang sesuai kemampuan kita saja, karena memang itulah hidup kita. Kita. Bukan mereka. 

Orang punya kehidupan sendiri. Jangan merepotkan mereka. Jika mau berhutang tapi tidak diberi, itu hak mereka, uang mereka. Kalau butuh bantuan tapi tidak dibantu, jangan emosi, mereka juga punya keperluan sendiri, kerepotan sendiri. Kamu bukan orang paling sengsara di dunia. Orang terdekatmu juga memliki masalahnya. 
Jangan selalu berharap pada orang lain. Bukan saja mereka memiliki urusan, keperluan, keluarga, dan hidup mereka sendiri, tapi juga agar kita bisa mandiri. Hidup kita, tanggung jawab kita. 

Orang punya kelebihan sendiri. Kecantikan kita akan berbeda dengan kecantikan lainnya, meski dengan make-up yang sama dengan selebgram favorit kita. Muka, kulit, kemampuan finansial, semua sudah berubah. Tidak perlu seperti mereka. Kamu sudah cantik dengan dirimu sendiri. Setiap kulit dan bentuk mika pun keperluannya tidak sama. Kamu tidak akan bisa menjadi sama seperti siapa saja. Kamu adalah kamu. Tidak ada yang bisa berperan lebih baik menjadi seseorang selain dirinya sendiri. Istimewa dengan semua kelebihan dan kekurangannya. Setiap prang tidak ada yang sama. 

Orang punya kesukaan, sifat, dan karakternya sendiri. Yang suka bercanda tidak akan nyaman menjadi pendiam, yang pendiam tidak bisa dipaksakan menjadi apa yang kita mau. Kita pun tidak akan mau menjadi seseorang yang kita tidak nyaman menjalaninya. Selama mereka mencoba terbaik untuk bersosialisasi dengan caranya sendiri, tidak merugikan, biarkan saja. Dunia milik bersama. Bukan hanya milik satu karakter saja. 

Pada akhirnya, kita adalah kita. Mereka adalah mereka. Tetap bersama, tanpa memaksa mengubah salah satunya, atau terpaksa menjadi salah satunya. Tetaplah menjadi kita, tanpa merugikan mereka. Dan juga sebaliknya. 


~
Read More

Jumat, 21 Februari 2025

Angkringan

 Yogyakarta, 21 Februari 2025

Ada satu hal yang harus kamu tau tentangku.

Read More

Selasa, 17 Desember 2024

Sepuluh Rahasia

 Yogyakarta, 17 Desember 2024

Ada banyak hal rahasia yang tidak pernah aku ucapkan padamu. Kamu mungkin tidak tau, karena aku bukan orang yang mudah untuk mengungkapkan. Mungkin, kamu tidak cukup waktu untuk menengok tulisan ini. Maka aku akan menyingkatnya saja, agar kamu bisa membacanya sebelum kamu tidur malam ini.

  1. Aku suka ketika kamu mengucapkan selamat pagi. Meski saat itu, aku sudah berada di perjalanan kerja. Meski aku selalu lupa untuk sekedar menyapa. Kamu tau bagaimana kopi yang kamu nikmati pagi hari, dapat mengawali suasana hatimu saat hari itu? bagiku, itu kamu.
  2. Aku selalu kikuk jika kamu meneleponku. Aku mengerti ini terdengar sarkastik di telingamu. Namun, dibalik diam dan dinginku jika telepon baru saja tersambung, aku menyimpan debar jantung. Dan debar itu karenamu.
  3. Aku tidak pernah bisa memilih baju. Karena kedatanganmu selalu istimewa, aku sudah mencoba satu-satu semua baju di dalam lemari, satu hari sebelum kita bertemu. Mencoba menggambarkan bagaimana ekspresimu jika aku mengenakannya di depanmu.
  4. Aku mendengarkan lagu Mine punya Taylor Swift dan membayangkan semua pemain di lagu itu adalah kita. Di mana manis-manisnya, bertengkarnya, baikannya lagi itu adalah kita. Dan aku selalu tertawa malu sendiri jika mulai mengimajinasikan hal itu.
  5. Aku tau, kamu pasti sebal karena aku selalu merespon semua emosimu dengan datar. Aku selalu malu untuk melakukan hal romantis. Aku tidak bisa membalas pernyataan cintamu, atau bereaksi manis jika kamu memberiku kejutan.
  6. Aku tidak bisa menahan senyum jika kamu mengusap kepalaku. Terasa nyaman, seakan aku tau kamu melindungiku.
  7. Aku suka wangi tubuhmu. Jadi, aku suka juka kamu makin erat memelukku.
  8. Aku menelan ludah, jika kamu merangkulku dari belakang. Aku hanya berharap dalam hati, Kamu tidak mendengar degup jantungku yang lebih keras dari konser drumband.
  9. Aku benci jika kamu melihatku menangis. Maka aku akan melucu agar kamu tidak melihat genangan pada mataku.
  10. Ketika kita bertemu kala itu, sejujurnya aku ingin sekali mengecup manis bibirmu.

Selamat tidur, Kamu

Read More

Senin, 10 Juni 2024

Tiga Buah Cerita

 Yogyakarta, 10 Juni 2024

Halo,

Read More

Selasa, 28 Mei 2024

One Pray for My Partner in Crime

 Yogyakarta, 28 Mei 2024

In this silent night, can you come to my dream?

Read More

Kamis, 16 Mei 2024

Aku 'Tau' Kamu akan Pergi

 Yogyakarta, 16 Mei 2024

Aku 'tau' kamu akan pergi. Aku hanya tidak tau akan secepat ini.

Dari awal, aku sudah ikhlas. Bukan saat kamu memutuskan pergi, tapi justru saat kamu datang dan mengajakku berpasangan. Eh, bukan. Bahkan saat awal berkenalan. Mungkin karena aku sudah belajar dari pengalaman, kalau orang, secinta-cintanya kita atau mereka, bisa pergi dan datang.

Yang awal saling sayang, bisa menjadi seperti dua orang asing kemudian. Yang awalnya sudah punya rencana-rencana untuk tetap bersama, ternyatta berpisah juga ujungnya. Dua orang bisa berencana menjadi suami-istri, tapi baru benar-benar terjadi kalau keduanya sudah benar-benar menjadi suami-istri. Jika masih rencana, seberapa persenpun kepastiannya, tetaplah masih wacana. Masih rencana. Seperti halnya orang yang 100% yakin bisa bangun pagi untuk jogging, tapi keesokannya bisa saja memilih untuk tidur lagi.

Dari sana aku mengerti, semua masih tidak pasti sebelum itu pasti. Kita tidak pernah tau kemungkinan apa yang terjadi, seberapapun yakinnya kita pada apa yang kita inginkan untuk terjadi.

Begitupun kamu. Setelah kita menjadi sepasang, aku tau dua hal. Kita bisa berpisah, atau tetap berpasangan. Dengan waktu yang berjalan masih terlalu banyak kemungkinan. Masih banyak orang lain yang akan kita temui. Bisa jadi salah satu dari kita menemukan cinta baru lalu memutuskan pergi. Pada saat itu mungkin salah satu dari kita memang tidak setia, atau memang sebenarnya tidak benar-benar jatuh cinta. Hanya merasa nyaman ketika berdua, bukan berarti itu cinta. Kenyamanan tidak berarti sama dengan rasa sayang.

Aku tidak mau berpikir buruk. Aku berpikir realistis. Sebelum kita menjadi suami-istri, berarti kita memang belum suami-istri. Tentu aku berharap itu yang terjadi. Tetapi, aku juga harus bersiap-siap kalau bukan yang kuinginkan yang terjadi. Itulah kenapa aku 'tau' kamu akan pergi. Bukan pasti, tetapi berjaga kalau benar terjadi kamu pergi.

Aku merasa kita harus bahagia. A-KU. Aku harus bahagia. Denganmu atau dengan orang lain nantinya. Bahagia tidak harus bersama orang yang kita inginkan. Tetapi, kalaupun iya, tentu itu bahagia yang lebih menyenangkan. Kalau pun tidak, aku harus tetap bahagia. Bersama siapapun itu yang ditakdirkan, di tempat manapun aku berada, dengan apa saja yang aku punya.

Dan benar. Aku 'tau' kamu akan pergi. Aku hanya tidak tau akan secepat ini.

Tetapi, tau apa yang paling menyakitkan tentang kamu? Aku tidak harus berpura-pura menjadi orang lain saat bersamamu. Itu. Itu yang paling menyenangkan tentang kamu. Menjadi diri sendiri itu menyenangkan. Dan mungkin itulah yang membuatku nyaman.

Mungkin karena itulah, di pikiranku sudah benar-benar tertanam di kepala: ini orangnya, orang yang aku inginkan untuk kujadikan pasangan selamanya. Ibuku menyukaimu. Katanya kamu sopan, bisa menyapa Ibu dengan baik, dan sabar. Sesuai untukku yang kadang mendadak menjadi orang yang sangat menyebalkan. Sesuai untukku dan kita pasti akan bahagia. Lagi, itu kata Ibu.

Lalu pesanmu datang dengan isi kalimat yang kurang menyenangkan. "Ah, akan ada hal buruk," Aku tau.

Kamu berulang mengirimiku pesan, dan aku terus mengabaikanmu, lebih dari berkali-kali. Kalau sampai kamu mengirimiku pesan dengan isi yang kurang enak dan berkali-kali bahkan saat kuabaikanpun tetap kamu mengirimiku terus. Berarti yang akan terjadi berikutnya akan sangat tidak baik-baik saja.

Di hatiku berharap semoga ini bukan akhir, tapi di kepalaku justru berkata untuk bersiap karena di sinilah semua harapan itu akan berakhir.

Aku tau penyebabnya. Aku mencoba menyembunyikannya. Ah, tapi tetap saja. Mau aku sembunyikan juga kamu sudah termakan emosi. Masalahnya lagi, aku bukan orang yang baik dalam menjelaskan. Aku memberi makan emosimu. Aku mengiyakan hal itu, tanpa melakukan pembelaan.

Lalu di sana. Hal yang lebih menakutkan dari yang paling kutakutkan kalaupun kita berpisah terjadi. Dari beberapa opsi yang kemungkinan akan terjadi, aku terkejut kemungkinan ini yang kemudian menjadi nyata.

Aku 'tau' kamu akan pergi. Aku hanya tidak menduga kamu ternyata orangnya seperti apa.

Satu pelajaran lagi. Kita bisa seolah-olah benar-benar mengenal seseorang sepenuhnya, tetapi kita tidak akan pernah memahami jalan pikirannya sepenuhnya.

Selalu berharap yang terbaik, tapi juga bersiap untuk kemungkinan yang terburuk. Hanya saja, aku tidak mengira ada yang lebih buruk dari perkiraanku yang terburuk.

♥
Read More

Selasa, 26 Maret 2024

Beef Wanpaku and You

Yogyakarta, 26 Maret 2024

Halo,
Read More

Minggu, 21 Agustus 2022

café

 Yogyakarta, 21 Agustus 2022

Aku melihatmu.
Read More

Kamis, 18 Agustus 2022

Matahari

 Yogyakarta, 18 Agustus 2022

Bingung merangkai kata karena panas matahari ini hanya bisa membuatku menulis tentang panasnya yang menyengat kulitku. Wah, cerah ya hari ini? Tidak seperti hari-hari kemarin yang hujan, yg seakan-akan kamu duduk bercermin dan melihat keluar jendela, orang-orang yang kamu sayangi datang satu persatu ke benakmu. Datang dengan senyuman ataupun datang untuk mengingatkanmu tentang masalah yang pernah menghampirimu. Apapun bentuknya kamu merindukan itu semua.
Read More

Rabu, 10 Agustus 2022

Drama!

 Yogyakarta, 10 Agustus 2022

Ah... Korean Drama is Bullshit!
Read More

Jumat, 25 Maret 2022

Bagaimana Jika Aku Gagal Lagi?

 Yogyakarta, 25 Maret 2022

Aku sudah tidak punya lagi sisa kata-kata bijak untuk diriku sendiri saat pertanyaan itu terlintas di benakku, hari ini. Bagaimana jika aku harus melalui perasaan seperti ini untuk kedua kalinya dan untuk hal yang sama? Apa hatiku bisa bertahan dengan gempuran perasaan menyedihkan itu lagi? Seperti keledai dungu yag jatuh pada lubang yang sama dua kali.
Read More

Rabu, 29 Desember 2021

Kamu dan Tahun-Tahun Kita

 Yogyakarta 29 Desember 2021

Halo kamu, eh aku sebut saja Mr. D ya.
Read More

Selasa, 07 Desember 2021

Tanpa Judul

 Yogyakarta, 7 Desember 2021

Kepada yang hatinya sedang mengalami luka.
Read More

Jumat, 03 Desember 2021

Mengumbar Luka

 Yogyakarta, 3 Desember 2021

Hidupku ini lucu, atau mungkin, aku sendiri yang membuatnya lucu. Entah dari man adatangnya catatan ini, tapi aku tau pasti catatan ini ditulis karena ada dorongan dalam hatiku untuk melakukannya.
Read More

Minggu, 31 Oktober 2021

Perempuan Menangis

 Yogyakarta, 31 Oktober 2021

Kepada Perempuan yang sedang menangis.
Read More

Welcome to my little world

Diberdayakan oleh Blogger.

Temukan Aku di...

Followers

© Bienvenue, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena