Welcome to my little world

Selasa, 22 September 2026

Keduanya Itu Anugerah

 Hey, F...
 
Sudah berapa lama putaran waktu tergerus setelah aku mengucap kata pisah? Sepuluh tahun? Atau mungkin lebih...
 
Bagaimana kabarmu sekarang? Baik-baikkah? I know you have someone else now. I know. So do I.
 
Tidak, aku tidak menulis ini karena hatiku masih mengukir sebuah hati untukmu. Tidak. Karena masa-masa itu, sudah habis seiring hari yang terjalani. Aku... bahkan tidak mengerti kenapa aku memilih untuk memikirkanmu untuk hari ini.
 
Mungkin, karena tiba-tiba kamu muncul di timeline sosial media-ku hari ini? Mungkin.
 
 
 
Hey, F...
 
So sorry for did a coward thing in the past, when I broke our relationship just from message. Bagiku, mencintaimu adalah suatu pilihan. Dan ketika Tuhan tidak berencana sejalan dengan pilihanku, maka saat itulah aku harus mengakhiri semuanya. Orang tuaku memberiku beberapa petuah yang yaah lumayan menohokku saat itu. I didn't have choice beside accept it.
 
 Yap, you don't know it. I hide it from you. I keep it for myself.
 
Dan satu tahun kemudian, banyak hal yang menyakitkan aku temui. Banyak pengalaman buruk terjadi. Dan aku masih bisa melaluinya.
 
Aku tidak tau, apakah aku harus sedih dan meraung, ataukah...lega? Aku tidak munafik untuk berkata, bahwa diantara 90% kesedihan, masih ada 10% kata lega yang tersisa.
 
Aku ingin mengejarmu, sekali lagi.
 
Tapi mungkin aku masih terlalu pengecut, mematok haga diri terlampau tinggi. Hingga bahkan memulai sebuah kata "Hallo" menjadi satu hal yang sangat sulit bagiku.
 
 
 
Hey, F...
 
Aku  hanya bisa terdiam, dan menangis dalam hati. Ketika tau kamu sudah mendapat seseorang. Seseorang yang pastinya lebih baik dariku. Dari seseorang yang lebih memilih untuk merelakan kamu untuk seseorang yang bahkan belum aku kenal.
 
Yah, aku terlambat. Bagaimana semua hal bullshit menghalangiku untuk sekedar mengambil kembali cinta yang tersaji untukku. Bagaimana pintu untuk cinta itu sudah terkunci, rapat, ketika aku mulai berlari ke arahnya? Bagaimana senyummu bukan lagi untukku, tapi untuknya?
 
Sekali lagi. Aku patah hati.
 
Saat seperti itulah, kenangan-kenangan itu menyeruak, berebutan memberikan bayangan imajiner di depan mataku. Ketika pertemuan (sok) pintar kita anatara geografi dan Harry Potter di perpustakaan kota, ketika aku tersedu karena kamu ternyata memiliki seseorang, ketika aku memutuskan untuk membantumu berakting menjadi pacarmu di depan mantanmu, ketika kamu menyatakan perasaanmu, ketika kamu memberiku kalung, ketika... dan ketika yang lainnya.
 
bahkan ketika.... aku menulis kata 'putus' di ponselku dengan air mata.
 
Melangkah lebih jauh, ketika kamu bilang kamu punya pacar, dengan bahagianya. Ketika kamu bercerita segala hal tentang gadis itu.
 
Dan aku hanya meringis. Pahit
 
 
 
Hey, F...
 
Thank you for everything you did for me. Thank you for day by day that we passed. Thank you for love that always you gave to me.
 
Thank you.
 
Aku tidak pernah menyesal untuk mencintaimu, untuk menghabiskan masa SMA ku bersamamu, untuk merasakan bibirmu, dan hangatnya pelukanmu.
 
Kamu mengajarkan bahagianya dicintai sepenuh hati, bagaimana sakitnya ketika tidak ada pilihan lain selain melepaskan genggaman tangan.
 
Sebaliknya, aku bersyukur karena Tuhan memberiku kesempatan untuk bertemu denganmu di kelas-kelas bimbingan belajar itu. Aku bersyukur kepada Tuhan untuk setiap momen yang terlewat bersamamu.
 
Aku bersyukur kepada Tuhan....
 
Karena jatuh cinta dan patah hati itu... keduanya anugerah.
 
 
 
 
with one piece of mine,
it goes to you.   

0 komentar:

Welcome to my little world

Diberdayakan oleh Blogger.

Temukan Aku di...

Followers

© Bienvenue, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena