Welcome to my little world

Selasa, 15 November 2016

Selamat Ulang Tahun, Kamu

#30HariMenulisSuratCinta
Yogyakarta, 15 November 2016

Hai Kamu. Apa kabar? Lama sekali aku tak mendengar kabar darimu. Oiya, aku sudah menanyakan kabarmu dari beberapa hari yang lalu ya? Tapi sampai sekarang aku belum menemukan jawabannya. Makanya aku menanyakannya lagi. Apa kabar kamu disana?
Ah iya. Selamat ulang tahun kamu. Hari ini tepat dihari ulang tahun kamu yang kesekian. Aku masih ingat kan. Aku tidak pernah menulis pengingat tentang hari ulang tahunmu ini. Tetapi aku selalu mengingatnya.
Selamat ulang tahun, Kamu. Semoga kamu sehat selalu. Semoga kamu panjang umur yang bermanfaat. Semoga kamu semakin sukses. Semoga kamu bahagia. Semoga.. ah sudahlah yang terbaik untukmu.
Hari ini beberapa tahun yang lalu kamu merayakan ulang tahun di sekolah. Apa kamu ingat? Saat itu kamu meniup lilin di depan kelas. Lalu saat kamu mau duduk, aku menggeser kursimu lalu kamu terjatuh. Ah, aku merindukan masa-masa itu. Lalu beberapa tahun setelahnya, di hari yang sama aku memberimu kado topi, yang diam-diam aku masukkan ke dalam tas sekolahmu. Masih adakah topi itu? Haha
Aku merindukanmu. Sangat. Aku sering membuka email hanya untuk melihat apa ada kabar darimu. Namun ternyata hasilnya selalu nihil. Hanya ada kabar beberapa tahun yang lalu. Ah mungkin kamu sibuk atau mungkin memang kamu sudah lupa denganku. Haha. Apa kabar Kamu?
Ini dulu surat dariku. Esok hari mungkin akan kulanjutkan lagi.
Aku merindukanmu.

Selamat ulang tahun, Kamu.

Hari 6
Read More

Surat Untuk Cinta

#30HariMenulisSuratCinta
Yogyakarta, 14 November 2016
Teruntu, Cinta.
Ini hari kelimaku menulis tentangmu. Bukan untuk kamu. Maka hari ini aku menulis surat ini untukmu.
Hai Cinta, aku sering mendengar namamu disebut, tanpa lupa aku mendengar apa cerita tentangmu. Banyak yang mengatasnamakanmu untuk jutaan perlakuan yang juga berbeda. Banyak hati yang bahagia juga kecewa, karenamu.
Cinta. Apa kau sebenarnya? Apakah rasa aneh yang menyelimutiku  saat aku menatap wajahnya adalah kamu? Atau apakah rasa cemburu juga marah saat dicampakkan olehnya adalah kamu?
Cinta seperti dua sisi mata koin. Satu disisi sangat indah, sangat suci, menyejukkan. Dan disisi lain tentang kekecewaan, rasa sakit, amarah, dan penolakan.
Cinta, mengapa engkau selalu datang di saat yang kurang tepat? Mengapa aku tidak bisa meminta atau mengatur pada siapa kamu akan berlabuh? Mengapa aku tidak bisa menahanmu untuk bertingkah dan mempengaruhiku?
Cinta, maukah kamu menuliskan cerita yang indah untukku? Maukah kamu tidak mengecewakanku? Aku berharap padamu, Cinta.
Sekian dulu surat dariku untukmu Cinta. Di hari kelima ku ini, aku harap kau membacanya.

Terimakasih.

Hari 5
Read More

Minggu, 13 November 2016

Untuk Teman Kecilku

 #30HariMenulisSuratCinta
Yogyakarta, 13 November 2016
Hola teman kecilku, aku masih mengingatmu meski kita sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu saat ini? Dimana kamu sekarang? Aku bahkan belum mengucap kata pisah saat terakhir kali kita bertemu. Kita masih terlalu kecil saat itu. Umurku masih 8 tahun, begitupun kamu.
Ajie Kusuma W. Namamu masih ku ingat. Dulu aku selalu mengejek nama tengahmu dan kamu balik mengejek nama depanku. Kado ulang tahun darimu masih kusimpan, loh. Boneka Pikachu kan? Aku tidak suka kadomu dulu, karena aku bukan anak perempuan yang suka boneka. Tapi kadomu masih kusimpan sampai sekarang.
Teman kecilku, Ajie. Aku rindu bermain dan saling mengejek bersamamu. Aku rindu genggaman tangan kecil kita saat kita bermain dulu. Dimana kamu sekarang?


Dengan Rindu

Hari 4
Read More

Sabtu, 12 November 2016

Malam dan Manusia Kelelawar

#30HariMenulisSuratCinta
Yogyakarta, 12 November 2016

Pada bulan dan bintang aku menatap. Pada hawa dingin aku bertekuk lutut. Aku masih menginatnya ketika kamu mengantarku pulang di malam itu. Aku masih merasakn hangatnya dekapan  jaketmu disepanjang bahuku, melindungiku dari hujaman dingin angin malam yang seperti tiada ampun.
Kini malam dingin kembali hadir, mengangkat kenangan yang membawa kamu. Aku menulis ini sambil tersenyum menikmati bulan dan bintang. Siapa yang kini kamu jaga saat malam? Siapa yang menemanimu menatap bulan dan bintang sekarang? Kita selalu bicara lebih dalam setiap malam tiba, sambil menyesap coklat hangat dan memandangi langit malam, mencurahkan segala keluh kesah.
Apa kamu masih suka tidur lebih larut dibanding manusia normal lainnya? Apa kamu masih menganggap mengirim pesan suara dengan suara-suara aneh yang kau buat-buat di tengah malam itu romantis? Apa masih ada yang menyebutmu ‘manusia kelelawar’ karena kebiasaan tidurmu?
Hei manusia kelelawar, aku merindukanmu dan juga semua tingkah konyolmu yang kamu anggap romantis. Baik-baik ya kamu di sana. Malam dan kamu memang seperti tidak bisa dipisahkan, seperti halnya kelelawar yang terbang di pagi hari yang selalu mengingatkanku padamu. Kamu member banyak cerita dan kenangan untukku.
Hei manusia kelelawar, kuharap hubungan kita yang telah berakhir tidak membuat kita canggung dan saling bersikap dingin, ya.


Dengan senyum dan harap. 

Hari 3
Read More

Jumat, 11 November 2016

Untukmu, Malamku

#30HariMenulisSuratCinta
Yogyakarta, 11 November 2016

Hai, apa kabar Kamu? Kukira sudah sekian lama kita tak bertemu. Biar ku ingat-ingat, sudah beberapa tahun lamanya. Mungkin kini kamu sudah menjadi sosok lain yang lebih dewasa dan mulai sibuk dengan pekerjaanmu. Bagaimana kabar kampong halamanmu? Kini waktumu lebih banyak kau habiskan di sana, bukan?
Banyak pertanyaan yang sebenarnya ingin kuutarakan padamu. Aku dibuat terkejut dengan keputusanmu untuk melanjutkan pendidikanmu di kampong halamanmu. Apa yang ada dipikiranmu saat itu? Beberapa temanmu mengatakan bahwa kamu memang ingin menjauhiku? Sehingga kamu memilih untuk pergi? Apa iya? Aku senang mengetahui bahwa masa depanmu sudah mulai terlihat cerah saat itu, namun dalam salah satu sudut hatiku yang dalam, aku merasa kecewa.
Aku masih mengingatnya, kalimat yang kamu ucapkan saat kita memutuskan untuk berhenti mencoba, kamu bilang kamu akan melepaskanku di hari perpisahan kita, saat kita saling mengalungkan tanda kelulusan. Dan aku menunggu saat itu, entah kenapa. Aku menunggu saat kamu benar-benar melepasku, seperti seorang laki-laki yang merelakan perempuannya pergi demi keinginannya. Namun sayang, saat itu tidak ada.
Hari itu, di hari kelulusan kita, aku menunggumu. Apa kamu tau? Aku bersusah payah hadir di hari itu hanya untuk bertemu denganmu. Pandanganku berkeliling mencoba menemukan sosokmu, namun hampa yang kudapat, kamu tidak datang. Padahal hari itu adalah hari terakhir kita bertemu. Hari itu adalah hari yang sudah aku nantikan, namun kamu seperti tidak peduli akan hal itu. Hari itu aku kembali,  tanpa ucapan pisah darimu.
Mungkin kamu sudah lelah dengan sikapku selama ini yang seperti mengabaikan dan memaksamu pergi dari kehidupanku. Mungkin kamu sudah muak untuk berdiri dihadapanku yang bahkan tidak pernah melihatmu. Namun taukah kamu bahwa aku menunggumu? Bahwa sebenarnya aku menyimpan namamu di salah satu sudut dan relung terdalam hatiku? Bahwa aku menganggapmu salah satu laki-laki yang telah menjagaku?
Dalam surat ini aku hanya ingin mengutarakan apa yang selama ini kupendam dari siapapun tentangmu. Tentang sosokmu yang tersimpang rapat dihatiku. Setiap kali aku memejamkan mata dan membayangkan malam, atau kapanpun aku berdiri menatap bulan dan bintang, kamu selalu muncul dalam pikiranku. Sosokmu yang pernah menggenggamku dan menjagaku seakan masih memegang erat bahuku menahan agar aku tidak terjatuh dan pergi. Kamu memang seperti malam, menyimpan sejuta rahasia, menyembunyikan keindahan dibalik gelap dan dinginmu. Dan aku, diam-diam menyukai malam. Seperti aku diam-diam menyimpanmu rapat dalam bagian lain diriku.


Note: aku masih berharap kamu akan kembali meskipun hanya untuk mengucapkan kata perpisahan itu.

Hari 2
Read More

Kamis, 10 November 2016

Teruntuk, Kamu

#30HariMenulisSuratCinta
Yogyakarta, 10 November 2016

Teruntuk, Kamu

Ini adalah surat pertamaku. Sempat kebingungan melanda kepada siapa surat ini akan kutujukan. Namun saat terpikir tentangmu, tanpa ragu aku mulai menulis. Entah kenapa setelah berkali-kali aku dikecewakan olehmu aku masih saja tetap berharap kamu.
Bagaimana kabarmu saat ini? Bagaimana kesibukkanmu saat ini? Kegiatan semester ini hampir habis. Sesaat lagi mungkin kita akan kembali sering bertemu. Aku mati-matian menyembuhkan lukaku pada kesibukan semester ini dan aku berharap saat aku bertemu denganmu lagi nanti, aku sudah baik-baik saja. Sering saat aku berpikir tentangmu, terbesit keinginanku untuk pergi dan tidak lagi menyimpan rasa untukmu, namun entah kenapa aku selalu menemukan alasan untuk bertahan, alasan sesederhana apapun itu dan sebodoh apapun itu. 
Sudahkah kamu baca disurat ini kutulis bahwa aku mencintaimu? Biarlah kali ini kuperjelas
Aku mencintaimu, wahai Kamu
Sudahkah kusebut alasanku mencintai dan memilih untuk menyimpan rasa padamu? Dan kali ini akan kusebutkan padamu alasannya, dengan jelas bahwa
Aku mencintai kesederhanaanmu, dan dengan cara yang juga sederhana
Teruntuk, Kamu
Sepertinya untuk surat pertamaku ini, aku sudah terlalu banyak bicara. Meskipun kata yang kutulis ini tidak selalu indah, namun kucoba untuk membuatnya sesederhana mungkin. Sesederhana alasanu memilihmu dan sesederhana aku mencintaimu.

Ditulis dengan cinta, namun dengan 
goresan pena yang cukup dalam.

Hari 1
 
Read More

Selasa, 08 November 2016

Garis Senja

Sahabat. Sore ini kuamati dari kejauhan awan putih diudara yang terus berarak teriring angin yang memawa mereka semakin jauh. Pun dengan ombak laut yang berlarian menerjang karang belomba mencapai pantai. Awan dan ombak terus bergerak tak peduli mentari berpendar hebat.
Taukah kamu? Apa yang sebenarnya mereka cari? Taukah kamu? Apa yang sebenarnya mereka tuju? Kesatuanlah yang mereka cari. Senjalah yang mereka tuju.
Ombak dan awan
Ombak dan awan bersatu saat senja tiba. Membentuk garis senja yang mengisyaratkan ketenangan. Dan begitulah kita.
Aku yang seperti ombak. Dengan ego keras memecah karang. Juga kamu, yang bagai awan. Limbung terbawa arah angin. Akhirnya kita dipersatukan disini. Dibatas senja persahabatan. Meski setelah senja malam akan segera tiba. Gelap akan segera datang.
Jangan takut. Tak boleh merapuh. Karena kita, sahabatku akan selalu satu selamanya. Kita tetap satu. Berdiri pada satu garis lurus yang akan menuntun kita untuk saling menjaga, saling melindungi, dan saling melengkapi.
Karena sahabatku, sejauh apapun aku akan mengarungi laut lepas, sejauh apapun kamu akan terbang menyusuri udara bebas. Percayalah kita akan dipertemukan kembali. Layaknya awan dan ombak yang selalu bersatu lagi saat senja tiba. Karena nya aku dan kamu sahabatku kita adalah satu. Selamanya akan tetap satu

Read More

Selasa, 25 Oktober 2016

LUPAKAN

kamu memanggilnya, berulang kali. berharap ia akan kembali atau perpisahan hanya bagian dari mimpi. kamu serukan namanya. berharap iatertahan di tempatnya. berbaik hati, membelitkan perban, menuang obat merah, pada hatimu yang berdarah-darah.
tapi sia-sia. sungguh tanpa guna. ia tetap pergi. membiarkanmu mengobati lukamu sendiri.
tapi lihat dirimu. bukan menarik iba tapi mendulang murka? lihat sikapmu. bukan tercermin sabar malah memancing gusar. bagaimana kamu bisa begitu egois? tidak ingin disakiti. katamu,sudah bertubi-tubi. tapi kamu sendiri menebar duri, tidak ingin diganggu. tapi kamu sendiri melempar kerikil dan batu-batu
hei! kamu! tidakkah terbaca? luka-luka yang tertera. setiap kali ceritamu masih tentang dia. aku terluka. lalu luka itu kamu namai penindasan atas dasar ketakutan. bagaimana kamu bisa menyebutnya suara ketakutan? tidakkah terdengar seperti seruan kekecewaan? terhadapmu yang ingkar pada sebuah pernyataan. kemana ikhlas yang dulu kamu ucapkan?
berhentilah bermain dengan kata-kata. karena tidak semua orang buta berbahasa. biarkan. boleh abaikan yang tidak mengerti. tapi aku bukan bagian dari mereka yang sulit memahami. bagaimana setiap huruf itu. setiap kata itu. setiap kalimat itu. masih bercerita tentang orang yang sama. tentang dia.
dia 
dia
dia 
orang yang seharusnya sudah kamu lupa.

best regard
Read More

Jumat, 21 Oktober 2016

Sedikit Tulisan untuk Ayah

          Dan andai bisa kukatakan, aku ingin Ayah mendengar ini.
          Ayah..
          Aku rindu ucapan kerasmu saat membentakku akan sikapku yang salah. Aku rindu tanga hangatmu yang menggenggam tangganku dikala aku bermimpi buruk. Aku rindu pelukmu yang kaku namun penuh ketenangan. Aku rindu sifat jumawamu yang seakan meremehkanku. Aku rindu mengadu padamu saat seseorang menyakitiku dan meremehkanku. Aku rindu kata-kata tenangmu yang menghangatkan sakit hatiku. Dan aku rindu sosok keras namun berwibawa yang aku kenal.
          Aku menutupi kerinduanku dengan topeng kekuatan, yang susah payah aku kenakan dalam kondisi apapun. Aku tidak bisa dengan mudah membuka kedokku di hadapan semua orang, bahkan di hadapan ibu. Mungkin tulisan ini yang menjadi saksi nyata betapa aku rapuh tanpamu di sini.
          Aku menyadari bahwa aku selalu bersikap jahat padamu, menentang perintahmu, dan memberikan kerutan di dahimu. Aku selalu membuatmu marah, membuatmu kecewa dan selalu membuatmu bekerja mati-matian demi hal yang aku inginkan. Aku meremehkanmu dikala aku mendengar keluhanmu. Dan aku membuat ulah dikala dirimu sudah sulit untuk menahanku.
          Aku menganggapmu pengganggu disaat kau mencoba menjagaku. Aku menuduhmu tidak peduli disaat kau berusaha menunjukkan tanggung jawabmu. Dan aku menuduhmu kejam hanya karena kesalahanmu yang satu itu.
          Dad, I really really really love you and I miss you so bad
          Aku bahkan kehilangan salah satu penyanggaku dikala Ayah pergi. Dan aku menghabiskan waktuku untuk menyesali apa yang telah terjadi pada kita. I wanna hold you tightest, just for a second. I miss being the girl you loved.
          Aku bukan penyair, bukan penulis lagu. Aku tidak bisa menulis indah untuk memujamu dan membuktiikan betapa aku ingin kamu ada di sini. Aku tidak mengeluh, aku hanya bermimpi, andai Tuhan memberiku kesempatan untuk bertemu denganmu lagi, andai Tuhan memberiku waktu untuk menunjukkan betapa aku menyayangimu, andai Tuhan memberiku satu kali lagi pertemuan denganmu agar aku bisa memohon maaf atas semuanya.
          Andai Tuhan membiarkan aku memelukmu sekali lagi.
          Aku yakin, Ayah telah tenang di sana. Dan Ayah akan menjagaku dari atas sana. Ayah selalu ada di dalam hati dan kekuatanku. Dan Ayah telah menyiapkan senyuman di kala aku bisa membuatmu bangga.
          Jaga aku dari tempat Ayah sekarang. Beri aku semangat yang dulu berapi-api di masa muda Ayah. Aku yakin aku mampu menjadi seperti Ayah. Dan mengukir senyum tertunda di bibir Ayah.

          I love you, Dad. Never ever ever ever stop for loving you. I wanna keep Mom in my hand. Cause, I love you both, and it will never change.

Dengan air mata, tanpa luka
Hikmatul Husna
Read More

Senin, 11 Januari 2016

Felixavia Raduga Nyx Lazuardi

Felixavia Raduga Nyx Lazuardi 
Felixavia ραδόγα Νυξ لازواردی 
 yaa semacam itulaah. suka banget aja sama nama itu. jadi gini ceritanya awal mula ada nama itu.

1. Felixavia
Felix berasal dari nama latin kucing. yah well, agak diubah dikit. Felis jadi Felix. itu gara-gara dari kecil aku sukaa banget sama kucing. suka banget sama apa-apa tentang kucing. nama latin kucing yang sebenarnya itu Felis Catus jadi waktu SD pertama kali dikasih tau tentang nama latin aku langsung tanya nama latin kucing. terus kepikiran sama nama Felix. Lalu ada lagi sih dari bahasa Italia arti Felix itu kebahagiaan. lalu ada tokoh kartun Felix The Cat makin-makin deh suka sama nama Felix. 
nah itu Felix The Cat. pertama kali tau itu waktu udah mau lulusan SD. seneeeeng banget rasanya ternyata nama Felix itu enggak aneh banget. lalu kalo ada pertanyaan kenapa Avia itu? well, itu awalnya gara-gara elemen-elemen yang di Avatar itu (haha) aku paling suka sama elemen Air. pernah sekali baca dibuku lupa buku apa pokoknya disebut disana bahwa air di bahasa Persia adalah Avian. lalu kalo aku menambahkan di Felix kan jadinya Felixavian menurutku itu agak kurang pas saja. lalu aku hilangkan saja huruf n nya. yah artinya mungkin jadi beda. tapi yang aku pengen kan air. hehe.

2. Raduga (радуга)
agak aneh ya nama itu. haha. kalo kalian cari di web arti nama, kata itu belum ada sekarang. padahal artinya bagus. kata Raduga berasal dari bahasa Rusia nya Pelangi. Well, jadi kan air itu menghasilkan pelangi kalo ditambah cahaya. itusih. yaah, walau awalnya bukan begitu caraku berpikir. saat aku menemukan kata Raduga itu berawal dari aku yang menonton Glee, lalu ada tokoh Blaine Anderson, yah you know lah dia gay. dan lambang dari mereka itu pelangi. tapi bukan berarti aku pengen kasih nama itu gara-gara hitz LGBT itu ya. bukan! aku memang dari awal suka aja sama pelangi, ya walau aku jarang liat pelangi karena ditempat tinggalku kalo hujan jarang ada pelangi. tapi aku suka aja. pertamanya mau aku kasih Halo, karena pernah sekali saat aku SMP aku melihat peristiwa Halo yang baguuuus banget. tapi karena semua orang menyukai pelangi dan warna-warna di pelangi itu lambang kebaikan. jadinya aku memilih pelangi. hehe.

3. Nyx (Νυξ )
ini lagi. haha. kalo kalian cari nama ini di web yang mengartikan nama hai-hati artinya bisa jadi jelek. Nyx, aku ambil dari nama-nama dewa dewi Yunani Kuno. Nyx itu ibu dari banyak dewa. jadi ceritanya disini adalah Nyx itu dewi malam yang cepat. aku suka malam jadi aku menambahkan itu. tidak hanya karena malam aku menambahkan nama itu. ini juga karena Nyx itu adalah satu-satunya dewi yang ditakuti Zeus. Karena Nyx merupakan ibu pertama yang ada sebelum masa para Dewa Olympus , dan mungkin juga karena Nyx memiliki kekuatan yang lebih besar dibanding Zeus. well, Zeus aja takut. jadi yang aku tangkep itu dia itu kuat dan mungkin bijak. so, aku tambahkan aja nama Nyx.

4. Lazuardi (لازوردي )
ini kalo kalian cari artinya di web arti nama pasti nemuinnya yang bagus-bagus. haha. Lazuardi dalam bahasa Arab berarti Langit biru atau Langit cerah. pertama tau nama ini dari novel. disana memang namanya Luzardi, tapi terus enggak tau kenapa pernah denger aja nama Lazuardi. lalu aku cari artiny dan artinya bagus jadi kenapa enggak aku tambahkan aja. lagi pula kalo orang-orang itu bilang "seceria langit yang cerah" jadi aku pengen yang ada nama ini jadi ceria, bahagia. mungkin kalo nama Joy belum banyak dipakai pasti akan aku tambahkan juga Joy. karena aku senang melihat orang lain senang. 

jadi begitulah Felixavia Raduga Nyx Lazuardi. bukan Keangkeran dan Pengaruh Kekuasaan dkk itu. itu kan artinya nyeremin. yaaah udah gitu ajasih. abisnya bingung mau ngeblog tapi enggak ada bahan. haha
Read More

Welcome to my little world

Diberdayakan oleh Blogger.

Temukan Aku di...

Followers

© Bienvenue, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena